Wikioil

Cara Aman Penggunaan Minyak Atsiri

Panduan Dasar untuk Penggunaan Secara Aman

Sangat penting untuk mengikuti panduan saat menggunakan minyak atsiri, terutama jika minyak atsiri dan khasiatnya masih asing untuk kita. Banyak pedoman akan dituliskan di bawah ini dan dijabarkan secara lebih rinci sepanjang bab ini. Namun, pedoman mengenai yang boleh dan tidak boleh dilakukan tidak akan pernah bisa menggantikan akal sehat. Konyol sekali jika kita melompat menyelam masuk ke dalam kolam tanpa mengetahui kedalaman kolam tersebut terlebih dahulu. Hal yang sama berlaku ketika kita menggunakan minyak atsiri. Mulai secara bertahap dan perlahan-lahan untuk mencari tahu apa yang sesuai untuk kita dan anggota keluarga kita.

Penyimpanan / Storage

  1. Selalu pastikan ada satu botol minyak pelarut murni (misalnya V-6 Vegetable Oil Complex, minyak zaitun, minyak almond, minyak kelapa, atau minyak untuk pijat yang lebih harum seperti Sensation, Relaxation, Ortho Ease, atau Ortho Sport) berada dalam jangkauan ketika menggunakan minyak atsiri. Minyak pelarut akan melarutkan minyak atsiri jika penggunaan minyak atsiri menimbulkan ketidaknyamanan atau iritasi pada kulit.
  2. Pastikan botol-botol minyak atsiri tertutup rapat dan simpan di tempat yang sejuk dan tehindar dari cahaya matahari. Khasiat minyak atsiri dapat bertahan selama bertahun-tahun jika disimpan dengan cara yang benar.
  3. Jauhkan minyak atsiri dari jangkauan anak-anak. Simpan minyak atsiri seperti produk lain yang digunakan untuk kepentingan medis. Anak-anak menyukai minyak atsiri dan bisa menghabiskan seluruh isi botol hanya dalam waktu yang singkat. Mereka ingin menggunakannya untuk memijat atau meniru apa yang mereka lihat kita lakukan.

Penggunaan

  1. Minyak atsiri yang tinggi akan kandungan mentol (misalnya peppermint) tidak boleh digunakan pada area leher atau tenggorokan anak berusia di bawah 18 bulan.
  2. Angelica, Bergamot, Bitter Orange, Grapefruit, Lemon, Ruta, Tangerine dan minyak citrus lainnya bersifat photosensitive (memperkuat efek sinar matahari), dan dapat menyebabkan ruam atau noda hitam pada kulit yang terpapar sinar matahari langsung atau sinar UV dalam kurun waktu 1-2 hari setelah penggunaan.
  3. Hindari menggunakan minyak atsiri pada area mata dan jangan pernah meneteskan minyak atsiri langsung ke dalam telinga. Jangan memegang lensa kontak atau menggosok mata dengan jari yang terkena minyak atsiri. Banyak jenis minyak atsiri, walaupun dalam jumlah yang sangat sedikit, dapat merusak lensa kontak dan menyebabkan iritasi pada mata.
  4. Wanita hamil dianjurkan melakukan konsultasi dengan dokter sebelum memulai program kesehatan apapun. Minyak atsiri aman untuk digunakan, namun tetap harus menggunakan akal sehat. Ikuti instruksi dan larutkan minyak atsiri dengan V-6 Vegetable Oil Complex hingga kita tidak asing lagi dengan minyak atsiri yang digunakan. Banyak wanita hamil mengatakan bahwa mereka merasakan respon yang sangat positif dari bayi di dalam kandungannya ketika menggunakan minyak atsiri pada kulit. Namun ini adalah pengalaman pribadi yang mungkin berbeda-beda bagi tiap wanita.
  1. Penderita epilepsi dan tekanan darah tinggi dianjurkan melakukan konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan minyak atsiri. Hati-hati saat menggunakan minyak yang tinggi kandungan keton seperti Basil, Rosemary, Sage, dan Idaho Tansy.
  2. Penderita alergi dianjurkan mencoba menggunakan sedikit minyak terlebih dahulu pada area kulit yang sensitif, misalnya bagian dalam lengan atas, selama 30 menit sebelum menggunakan minyak pada area tubuh lainnya.
  3. Telapak kaki adalah bagian yang aman untuk dioleskan minyak atsiri.
  4. Inhalasi minyak atsiri secara langsung dapat menjadi metode penggunaan yang intensif, terutama untuk gangguan atau penyumbatan pernapasan. Namun, metode ini tidak boleh digunakan lebih dari 10-15 kali dalam 1 hari tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Selain itu, inhalasi minyak atsiri TIDAK dianjurkan untuk penderita asma.
  5. Sebelum mengkonsumsi minyak atsiri, uji reaksi tubuh dengan melarutkan 1 tetes minyak atsiri dalam 1 sendok teh cairan yang larut dalam minyak seperti Blue Agave, Yacon Syrup, minyak zaitun, minyak kelapa, susu beras atau susu almond. Jika dalam satu hari ingin mengkonsumsi lebih dari beberapa tetes minyak atsiri yang telah dilarutkan, dianjurkan melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
  6. Ingat bahwa reaksi dari penggunaan minyak atsiri, baik dioleskan maupun dikonsumsi, bisa baru terlihat setelah 2-3 hari.
  7. Tambahkan 1-3 tetes minyak atsiri yang belum dilarutkan ke dalam air bak mandi. Jika ingin menggunakan lebih banyak minyak atsiri, terlebih dahulu campurkan minyak dengan garam mandi atau bath gel sebelum menambahkannya ke dalam air untuk mandi. Jangan pernah menggunakan lebih dari 10 tetes minyak atsiri untuk satu kali mandi. Minyak atsiri yang langsung dimasukkan ke dalam air untuk mandi tanpa menggunakan dispersan dapat menyebabkan gangguan serius pada kulit sensitif karena minyak atsiri cenderung tidak akan larut namun mengambang pada bagian atas air.

PERHATIAN: Minyak atsiri dapat menyebabkan rasa perih jika digunakan pada mata atau area sekitar mata. Beberapa jenis minyak mungkin menyebabkan rasa sakit pada membran mukosa jika tidak dilarutkan dengan benar. Pelarutan segera sangat dianjurkan jika kulit terasa perih akibat iritasi atau jika minyak tidak sengaja masuk ke dalam mata. Membilas dengan minyak nabati dapat segera mengurangi rasa sakit.

JANGAN membilas dengan air! Minyak atsiri bersifat larut dalam minyak, bukan dalam air. Air hanya akan menyebabkan minyak menyebar ke area yang lebih luas, dan mungkin memperparah keadaan. Gunakan V-6 Vegetable Oil Complex, minyak kelapa, minyak zaitun, atau minyak nabati lainnya untuk membilas minyak atsiri. Jangan membuka mata, tetap tenang, dan rasa perih akan segera hilang.

 

Alergi dan Sensitivitas terhadap Bahan Kimia

Terkadang, orang-orang yang mulai menggunakan minyak atsiri akan mengalami ruam atau reaksi alergi. Hal ini mungkin akibat dari menggunakan rempah-rempah, konifer, atau minyak citrus yang tidak dilarutkan; atau ini mungkin akibat dari interaksi minyak dengan residu produk perawatan tubuh yang berbahan dasar petroleum dan bahan kimia sintetis, yang tertinggal di dalam kulit.

Ketika menggunakan minyak atsiri secara rutin setiap hari, sangat penting untuk menghindari penggunaan produk perawatan tubuh yang mengandung amonium atau bahan kimia berbahan dasar hidrokarbon. Bahan-bahan kimia ini bisa berakibat fatal jika terhirup, terutama benzalkonium klorida, yang sayangnya digunakan dalam banyak produk perawatan tubuh yang beredar di pasaran.

Bahan kimia lain seperti senyawa aluminum, pewarna makanan, obat-obatan dan kosmetik, formalin, semua jenis paraben, talc, thimerosal, merkuri, dan titanium dioksida, semuanya beracun untuk tubuh dan harus dihindari. Senyawa-senyawa ini umum ditemukan dalam berbagai jenis krim tangan, pencuci mulut, shampo, antiperspirant, krim pencukur, dan produk perawatan rambut.

 

Senyawa lain yang mengkhawatirkan adalah sodium lauryl sulfate, propilen glikol – sangat umum ditemukan dalam berbagai produk, dari pasta gigi hingga shampo – dan garam aluminium yang ditemukan dalam banyak produk deodoran.

Yang juga menjadi kekhawatiran adalah bahan pengawet dan pewangi sintetis yang berpotensi berbahaya, yang melimpah terkandung dalam semua produk perawatan tubuh modern. Beberapa produk ini mengandung metilen klorida, metil isobutil keton, dan metil etil keton. Senyawa-senyawa ini bukan hanya beracun, namun juga bisa bereaksi dengan beberapa senyawa yang terkandung dalam minyak atsiri alami. Hasilnya bisa berupa kasus infeksi kulit yang parah atau bahkan septicemia (infeksi bakteri dalam darah).

Sebuah kisah klasik mengenai wewangian sintetis yang menyebabkan kerusakan yang luas terjadi pada tahun 1970an. AETT (acetyl ethyl tetramethyl tetralin) ditemukan terkandung dalam begitu banyak merk produk perawatan tubuh di seluruh Amerika Serikat. FDA menolak untuk mengeluarkan larangan terhadap bahan kimia ini, bahkan setelah serangkaian penelitian pada hewan menunjukkan bahwa bahan kimia ini menyebabkan kerusakan otak dan saraf tulang belakang yang signifikan. Pada akhirnya industri kosmetik secara sukarela menarik AETT, setelah membiarkannya beredar selama bertahun-tahun.

Berapa banyak zat beracun lainnya yang menyamar sebagai bahan pengawet atau pewangi yang sekarang ini digunakan dalam produk perawatan tubuh?

Banyak bahan kimia dengan mudah diserap masuk melalui kulit karena sifat kulit yang mudah menyerap. Satu penelitian menunjukkan bahwa 13 persen BHT (butylated hydroxytoluene) dan 49 persen DDT (pestisida yang berpotensi menyebabkan kanker yang dilarang penggunaannya pada tahun 1972 namun masih digunakan dalam kontrol vektor penyakit) bisa terserap masuk ke dalam kulit melalui penggunaan secara topikal.1

Setelah terserap, banyak bahan kimia dapat terjebak di dalam lapisan lemak subdermal kulit dan kemudian terserap masuk ke dalam aliran darah. Bahan-bahan kimia ini bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun terjebak di dalam kulit hingga datangnya zat seperti minyak atsiri. Zat ini akan mulai memindahkan bahan-bahan kimia dari tempat peristirahatannya dan mendorong mereka keluar dari kulit dengan cara yang mungkin menimbulkan ketidaknyamanan. Selain iritasi kulit, yang mungkin dirasakan selama proses detoksifikasi ini adalah mual, sakit kepala, dan efek sementara lainnya. Walaupun dalam jumlah sedikit, bahan-bahan kimia dan senyawa sintetis ini dapat membawa racun dan membahayakan kesehatan.

Hal yang mempengaruhi adalah jenis bahan kimia yang digunakan, kuantitas dan lama penggunaan, dan mungkin tingkat racun yang ada di dalam tubuh.

Minyak atsiri diketahui dapat mencerna zat beracun; maka saat minyak atsiri mulai bersentuhan dengan residu bahan kimia yang terdapat pada kulit, minyak ini akan mulai bekerja melawannya.

Para pengguna mungkin memiliki anggapan yang salah, yaitu meremehkan dampak yang mungkin terjadi akibat interaksi minyak dengan kosmetik sintetis yang digunakan berbulan-bulan sebelumnya. Akan tetapi, selalu ada kemungkinan terjadinya infeksi kulit.

Minyak atsiri tidak menyebabkan masalah kulit, ruam, atau erupsi pada kulit; namun, secara tidak langsung, minyak atsiri dapat menyebabkan gangguan-gangguan tersebut setelah bersentuhan dengan bahan kimia. Jangan membuat kesalahan dengan menyalahkan minyak atsiri. Bersyukurlah karena residu bahan kimia sedang dikeluarkan dari tubuh.

Kita selalu bisa mengurangi kuantitas minyak yang digunakan atau menghentikan penggunaan selama beberapa hari, kemudian memulainya lagi perlahan-lahan. V-6 Vegetable Oil Complex, atau minyak pelarut atau minyak pijat lainnya, atau krim alamiah juga bisa digunakan untuk melarutkan minyak.

 

Sebelum Memulai

Selalu lakukan pengujian pada kulit sebelum menggunakan minyak atsiri. Tubuh masing-masing orang berbeda satu sama lain. Maka gunakan minyak hanya pada area kecil terlebih dahulu. Gunakan satu jenis atau satu kombinasi pada satu kali penggunaan. Saat menggunakan lebih dari satu jenis minyak yang belum pernah digunakan sebelumnya, berikan cukup waktu (3-5 menit) untuk tubuh merespon minyak yang pertama sebelum melapisinya dengan minyak yang kedua.

Gunakan minyak atsiri hanya dalam jumlah yang sedikit untuk kulit yang mungkin membawa residu dari kosmetik, produk perawatan tubuh, sabun, dan pembersih yang mengandung bahan kimia sintetis. Beberapa jenis bahan kimia – terutama yang berbahan dasar petroleum – bisa menembus masuk dan diam di dalam kulit dan jaringan lemak selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu setelah penggunaan.

Minyak atsiri bisa bekerja melawan bahan-bahan kimia tersebut dan melawan racun yang menumpuk di dalam tubuh akibat bahan-bahan kimia dari makanan, minuman, dan lingkungan kerja. Jika terjadi reaksi ketika menggunakan minyak atsiri, dianjurkan untuk mengurangi atau menghentikan penggunaan selama beberapa hari dan memulai program pembersihan internal sebelum kembali menggunakan minyak atsiri secara rutin. Selain itu, perbanyak minum air dan terus buang zat-zat beracun tersebut dari dalam tubuh.

Alternatif program detoksifikasi berikut juga dapat dicoba dilakukan untuk mencari tahu penyebab permasalahan:

  • Larutkan 1-3 tetes minyak atsiri dalam setengah sendok teh V-6 Vegetable Oil Complex, minyak pijat, atau minyak pelarut murni lainnya seperti almond, kelapa, atau zaitun. Mungkin diperlukan lebih banyak pelarutan.
  • Kurangi jenis minyak atsiri yang digunakan.
  • Gunakan satu jenis minyak tunggal atau minyak kombinasi pada satu kali penggunaan.
  • Kurangi kuantitas minyak yang digunakan.
  • Kurangi frekuensi penggunaan.
  • Minum lebih banyak air murni atau air suling.
  • Lakukan konsultasi dengan dokter untuk memonitor detoksifikasi.
  • Uji minyak atsiri yang telah dilarutkan dengan menggunakannya pada sebagian kecil kulit selama 30 menit. Jika muncul iritasi atau kemerahan, segera bilas area tersebut dengan V-6 atau minyak pelarut lainnya, kemudian bersihkan dengan sabun dan air.
  • Jika iritasi kulit dan efek samping lainnya tidak membaik, hentikan penggunaan minyak pada area tersebut dan gunakan minyak pada telapak kaki. Untuk menghindari masalah yang mungkin ditimbulkan, hindari penggunaan produk yang mengandung bahan-bahan berikut:
  • Kosmetik, deodoran, dan produk perawatan kulit yang mengandung aluminium, petrokimia, atau bahan sintetis lainnya
  • Obat pengeriting rambut, cat atau pewarna rambut, spray rambut, atau gel yang mengandung bahan kimia sintetis; shampo, pasta gigi, pembersih mulut, dan sabun yang mengandung bahan kimia sintetis seperti sodium laurel sulfate, propilen glikol, atau timbal asetat
  • Penyemprot tanaman, cat, detergen, dan pembersih yang mengandung bahan kimia dan bahan pelarut beracun.

Banyak jenis minyak atsiri dapat digunakan di bagian tubuh manapun kecuali pada mata dan bagian dalam telinga. Beberapa jenis minyak lainnya dapat menyebabkan iritasi pada jaringan sensitif tertentu. Lihat aturan pelarutan pada bab mengenai minyak tunggal dan minyak kombinasi.

Jauhkan dari jangkauan anak-anak jenis minyak yang “panas” seperti Oregano, Kayu Manis (Cinnamon), Thyme, Eukaliptus (Eucalyptus), Mountain Savory, Lemon, dan minyak Jeruk (Orange) atau minyak kombinasi seperti Thieves, PanAway, Relieve It, dan Exodus II. Jenis-jenis minyak ini harus selalu dilarutkan, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Anak-anak perlu diajarkan cara penggunaan minyak agar mereka memahami cara penggunaan yang aman. Jika minyak atsiri tertelan oleh anak atau bayi, lakukan hal berikut:

  • Segera cari pertolongan medis darurat, jika diperlukan.
  • Berikan susu, krim, yoghurt, atau cairan yang aman dan larut dalam minyak lainnya untuk diminum.

________________________________________________________________________________

CATATAN: pH tubuh yang rendah menunjukkan tubuh yang asam; maka tubuh mungkin memberikan lebih sedikit respon atau mungkin sedikit reaksi negatif terhadap minyak atsiri.

Aplikasi Topikal

Banyak jenis minyak atsiri aman untuk digunakan langsung pada kulit tanpa dilarutkan terlebih dahulu. Lavender aman digunakan pada anak tanpa dilarutkan terlebih dahulu. Namun pastikan minyak atsiri yang digunakan bukanlah lavandin yang diberi label sebagai lavender, atau lavender yang telah mengalami proses perubahan secara genetis. Untuk penggunaan hampir semua jenis minyak atsiri yang lainnya pada anak-anak, selalu larutkan minyak dengan minyak pelarut terlebih dahulu. Untuk pelarutan, tambahkan 15-30 tetes minyak atsiri pada kurang lebih 30 ml minyak pelarut berkualitas, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Minyak pelarut murni meningkatkan manfaat minyak atsiri dan membantu penggunaan yang lebih efisien. Saat digunakan untuk memijat, minyak pelarut membantu menjadi pelumas untuk kulit.

Saat memulai penggunaan minyak atsiri, tergantung pada jenis minyak yang digunakan, sebaiknya uji sensitivitas kulit dengan menggunakan minyak pada telapak kaki terlebih dahulu. Lihat diagram Vita Flex untuk kaki untuk mengidentifikasi area terbaik untuk penggunaan. Mulai dengan menggunakan 3-6 tetes minyak tunggal atau minyak kombinasi pada masing-masing telapak kaki.

Untuk penggunaan untuk diri sendiri, gunakan 1-2 tetes minyak pada 2-3 bagian 2 kali sehari. Tambah frekuensi penggunaan hingga 4 kali sehari jika diperlukan. Gunakan satu jenis minyak dan berikan waktu 2-3 menit untuk minyak tersebut terserap sebelum menggunakan minyak yang lain, atau sebelum berpakaian agar minyak tidak menodai pakaian.

Satu aturan umum saat menggunakan minyak untuk yang pertama kalinya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, adalah jangan gunakan lebih dari dua minyak tunggal atau minyak kombinasi pada saat yang bersamaan.

Wadah yang terbuat dari kaca atau tanah liat, bukan plastik, adalah yang paling baik digunakan untuk mencampur minyak kombinasi atau untuk melarutkan minyak atsiri di dalam minyak pelarut. Partikel plastik dapat luluh ke dalam minyak, dan kemudian ke dalam kulit, ketika minyak digunakan.

Sebelum mengoleskan minyak, cuci tangan dengan bersih menggunakan air dan sabun.

Pemijatan

Mulai dengan mengoleskan 2 tetes minyak tunggal atau kombinasi pada kulit dan pijat hingga meresap masuk ke dalam kulit.

Larutkan 1 tetes dengan 15 tetes minyak pelarut murni seperti jojoba, almond, kelapa, zaitun, dan/atau biji anggur untuk pemijatan pada area yang besar seperti punggung.

Perlu diingat bahwa banyak jenis minyak untuk pijat seperti zaitun, almond, jojoba, atau minyak gandum (wheat germ) dapat menyebabkan bekas noda pada bahan kain tertentu.

Akupuntur 

Ahli akupuntur dapat secara dramatis meningkatkan keefektifan akupuntur dengan menggunakan minyak atsiri.

Untuk memulai, letakkan beberapa tetes minyak atsiri pada telapak tangan dan celupkan ujung jarum akupuntur ke dalam minyak sebelum menusukkan jarum kepada pasien.

Beberapa jenis minyak dapat dicampurkan dulu pada telapak tangan jika ingin menggunakan lebih dari satu jenis minyak.

Acupressure

Saat melakukan metode acupressure, gunakan 1-3 tetes minyak atsiri pada titik acupressure dengan menggunakan jari.

Mulai dengan tekanan kuat, kemudian lepaskan. Hindari terlalu lama menekan satu titik. Teruskan tekanan sepanjang titik atau meridian akupresur, atau gunakan juga titik refleksologi atau Vita Flex. Setelah selesai melakukan stimulasi titik-titik kecil, pijat area yang lebih besar dengan minyak atsiri.

Kompres Hangat

Untuk penetrasi lebih dalam, gunakan kompres hangat setelah mengoleskan minyak atsiri. Rendam kain atau handuk di dalam air hangat. Setelah dikeluarkan dan diperas, kain akan memiliki temperatur yang hangat dan nyaman untuk diletakkan pada bagian tubuh yang diinginkan. Kemudian, lapisi kain dengan handuk atau selimut kering untuk mengunci panas. Biarkan selama 15-30 menit. Segera angkat kain jika merasakan ketidaknyamanan.

Kompres Dingin   

Untuk penanganan jaringan yang membengkak atau mengalami inflamasi, oleskan minyak atsiri, diikuti dengan kompres air dingin atau kantong es. Kantong berisi jagung atau kacang beku dapat menjadi kantong es yang sempurna karena dapat mengikuti kontur bagian tubuh dan tidak menghasilkan tetesan air. Terus gunakan kompres dingin hingga pembengkakan berkurang.

Untuk masalah neurologis, selalu gunakan kompres dingin, dan jangan pernah gunakan kompres panas.

Lapisan (Layering)

Untuk teknik ini, beberapa jenis minyak dioleskan satu per satu secara bergantian. Sebagai contoh, gosokkan Marjoram pada otot yang nyeri, pijat dengan lembut hingga minyak terserap masuk ke dalam kulit dan area itu menjadi kering. Kemudian, gunakan minyak kedua seperti Peppermint hingga minyak terserap dan kulit terasa kering. Kemudian, oleskan lapisan minyak ketiga, misalnya Basil, dan teruskan memijat.

 Membuat Kompres

  • Gosokkan 1-3 tetes pada bagian tubuh yang diinginkan. Minyak bisa dilarutkan terlebih dahulu atau tidak, tergantung jenis minyak yang digunakan dan sensitivitas kulit pada bagian tubuh tersebut.
  • Tutupi bagian tubuh tersebut dengan handuk yang lembab dan panas.
  • Tutupi handuk yang lembab dengan handuk kering selama 10-30 menit, tergantung keperluan.

Ketika minyak meresap masuk ke dalam kulit, sensasi panas atau bahkan seperti terbakar akan muncul, terutama pada area yang sedang mengalami penyembuhan. Jika panas terasa semakin mengganggu, gunakan V-6 Vegetable Oil Complex, minyak pijat, atau minyak pelarut murni seperti zaitun, kelapa, atau almond pada bagian tubuh yang memerlukan.

Metode selanjutnya sangat ringan dan cocok untuk anak-anak atau orang-orang dengan kulit sensitif.

  • Tambahkan 5-15 tetes minyak atsiri ke dalam baskom berisi air hangat.
  • Air harus memiliki temperatur kurang lebih 100oF (38oC), kecuali untuk pasien dengan masalah neurologis; untuk pasien dengan kondisi tersebut, gunakan air dingin.
  • Aduk air dengan kuat dan diamkan selama 1 menit.
  • Letakkan kain kering pada bagian atas air untuk menyerap minyak yang telah mengambang pada permukaan air.
  • Peras kain dan letakkan pada bagian tubuh yang diinginkan. Untuk mengunci panas, tutupi kain dengan handuk tebal kering selama 15-30 menit.

Mandi (bak mandi)

Menambahkan minyak atsiri ke dalam air bak mandi bukanlah hal yang mudah karena minyak tidak menyatu dengan air. Untuk penyebaran yang merata, campurkan 5-10 tetes minyak atsiri dalam ¼ cangkir garam Epsom atau bath gel, kemudian letakkan cangkir di bawah keran air yang mengalir dan perlahan tambahkan air. Metode ini bisa membantu minyak untuk tersebar merata di dalam bak dan mencegah minyak yang lebih kuat menimbulkan rasa perih pada bagian-bagian yang sensitif.

Bath gel dan shampo yang telah dicampurkan dengan minyak atsiri terlebih dahulu juga dapat digunakan sebagai sabun cair saat mandi. Gunakan bath gel hingga berbusa, biarkan terserap pada kulit, kemudian bilas. Untuk hasil yang lebih maksimal, diamkan sabun atau shampo pada kulit atau kulit kepala selama beberapa menit agar minyak atsiri bisa terserap.

Aromatik bath gel bisa dibuat sendiri dengan mencampurkan 5-15 tetes minyak atsiri dengan 15 ml bath gel tanpa aroma, kemudian tambahkan ke dalam air bak mandi seperti yang dijabarkan di atas.

Mandi (pancuran)

Minyak atsiri dapat ditambahkan pada garam Epsom dan digunakan untuk mandi dengan pancuran. Ada kepala pancuran khusus yang memiliki wadah yang bisa diisi dengan campuran minyak atsiri/garam. Ini bukan hanya menyebabkan minyak atsiri dapat bersentuhan dengan kulit, namun aroma minyak pun bisa menyebar di udara. Wadah pada kepala pancuran bisa menampung kurang lebih ¼ hingga ½ cangkir garam mandi.

Mulai dengan menambahkan 5-10 tetes minyak atsiri pada ¼ cangkir garam mandi. Isi wadah kepala pancuran dengan campuran minyak/garam. Pastikan minyak atau garam tidak bersentuhan dengan tutup plastik pada bagian atas wadah. Campuran ini cukup digunakan untuk 2-3 kali. Beberapa kepala pancuran bisa diputar untuk memilih akan menggunakan air biasa atau air dengan garam aromatik.

Cara Meningkatkan Khasiat Aplikasi Topikal

Semakin lama minyak atsiri bersentuhan dengan kulit, semakin besar kemungkinan minyak tersebut terserap. ART Light Moisturizer, ART Renewal Serum, ART Sheerlumé Brightening Cream, Boswellia Wrinkle Cream, atau Sandalwood Moisture Cream bisa dioleskan melapisi minyak atsiri untuk mengurangi penguapan minyak dan meningkatkan penyerapan. Selain itu, ini juga bisa membantu menutup dan melindungi luka yang terbuka.

Jangan menggunakan salep pada luka bakar sampai setidaknya 3 hari setelahnya; namun, LavaDerm Cooling Mist bisa langsung digunakan untuk meringankan rasa sakit pada luka bakar ringan, luka tergores, kulit kering, dan iritasi kulit lainnya.

 

Proses Difusi

Minyak yang telah melalui proses difusi mengubah, bukan hanya menutupi, struktur molekul-molekul yang menimbulkan bau. Mereka juga meningkatkan ketersediaan oksigen, memproduksi ion negatif, dan menghasilkan ozon alami. Banyak jenis minyak atsiri seperti Eucalyptus Globulus dan Radiata, Frankincense, Grapefruit, Lavender, Lemon, Lemongrass, Orange, dan Tea Tree (Melaleuca Alternifolia), bersama dengan minyak kombinasi seperti Melrose, Purification, dan Thieves, sangat efektif untuk menghilangkan dan menghancurkan kuman dan bakteri di udara.

Diffuser (alat yang digunakan untuk menyebarkan minyak atsiri ke udara sekitar) udara dingin diciptakan untuk mengubah minyak atsiri menjadi butiran kecil yang kemudian disebarkan ke udara, dan akan tetap tertahan di udara selama beberapa jam. Tidak seperti lampu atau lilin aromaterapi, diffuser menyebarkan minyak atsiri tanpa memanaskan atau membakarnya. Pemanasan atau pembakaran minyak atsiri bisa mengurangi khasiatnya dan bahkan menghasilkan senyawa beracun. Penelitian menunjukkan bahwa melakukan difusi udara dingin pada jenis-jenis minyak tertentu dapat berdampak sebagai berikut:

  • Mengurangi bakteri, jamur, kuman, dan bau yang tidak enak
  • Menghilangkan ketegangan tubuh dan menjernihkan pikiran
  • Membantu mengatur berat badan
  • Meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan, dan kesehatan mental
  • Menstimulasi neurotransmiter
  • Menstimulasi sekresi endorfin
  • Menstimulasi produksi dan daya penerimaan hormon pertumbuhan
  • Meningkatkan sekresi antibody IgA yang melawan infeksi jamur candida
  • Meningkatkan fungsi pencernaan
  • Meningkatkan keseimbangan hormon
  • Menghilangkan sakit kepala

 

Panduan Melakukan Difusi

  • Periksa kekentalan atau ketebalan minyak yang akan digunakan. Minyak yang memiliki terlalu banyak zat lilin alami dan terlalu pekat dapat menyumbat diffuser dan mempersulit proses pembersihan.
  • Mulai dengan melakukan difusi minyak selama 15-30 menit per hari. Setelah terbiasa dengan minyak dan mengenali efek yang ditimbulkan, lama waktu difusi bisa ditingkatkan menjadi 1-2 jam per hari.
  • Menghubungkan diffuser dengan alat pengatur waktu akan memberikan kontrol yang lebih baik terhadap durasi proses difusi. Untuk masalah pernapasan tertentu, proses difusi minyak bisa dilakukan sepanjang malam.
  • Jangan menggunakan lebih dari satu jenis minyak kombinasi dalam diffuser dalam waktu yang bersamaan karena hal ini dapat mengubah aroma dan khasiat yang ditimbulkan. Namun, satu jenis minyak tunggal dapat ditambahkan pada satu jenis minyak kombinasi sementara proses difusi dilakukan.
  • Letakkan diffuser pada tempat yang tinggi di dalam ruangan sehingga butiran minyak jatuh melalui udara dan menghilangkan zat yang menyebabkan bau.
  • Untuk membersihkan diffuser sebelum menggunakan minyak kombinasi yang berbeda, gunakan Thieves Household Cleaner dengan air hangat atau sabun alami lainnya dengan air hangat.
  • Jika tidak memiliki diffuser, masukkan beberapa tetes minyak atsiri ke dalam botol penyemprot bersama dengan 1 cangkir air yang telah dimurnikan, lalu kocok. Ini bisa digunakan untuk menyemprot rumah, tempat kerja, atau mobil.
  • Resep Minyak Pengharum Ruangan:
  • 20 tetes Lavender
  • 10 tetes Lemon
  • 6 tetes Bergamot
  • 5 tetes Lime
  • 5 tetes Grapefruit

Lakukan difusi minyak tanpa dilarutkan terlebih dahulu atau campurkan dengan 1 cangkir air suling di dalam botol penyemprot; kocok sebelum disemprotkan.

 

Cara Lain untuk Difusi Minyak

  • Tambahkan minyak atsiri favorit pada potongan kayu aras untuk membuat potpourri (kantung pengharum).
  • Letakkan potongan kayu aras beraroma di dalam lemari atau laci untuk menghilangkan bau.
  • Percikkan beberapa tetes minyak atsiri konifer seperti Spruce, Fir (semua varian), Cedar, atau Pine pada batang kayu di perapian. Aroma cemara akan menyebar ketika kayu terbakar. Namun metode ini tidak membawa khasiat menyembuhkan.
  • Tambahkan 2 tetes minyak pada kain basah dan letakkan di dalam pengering pakaian.
  • Teteskan minyak atsiri pada bola kapas atau kertas tisu dan letakkan pada lubang angin pendingin udara atau pemanas di mobil, rumah, tempat kerja, atau hotel.
  • Tambahkan beberapa tetes minyak pada wadah atau mangkuk berisi air dan letakkan pada tungku yang hangat.
  • Percikkan beberapa tetes minyak atsiri pada kain yang lembab dan letakkan kain di dekat saluran sistem pemanas atau pendingin agar udara bisa membawa aroma ke seluruh bagian rumah.
  • Percikkan beberapa tetes minyak pada kantong penyedot debu untuk memberikan rasa semangat dan ceria ketika membersihkan rumah.

Alat Pelembab dan Penguap Udara

Minyak atsiri cocok untuk digunakan dengan alat pelembab dan penguap udara. Selalu periksa kekentalan minyak; minyak yang terlalu kental dapat menyumbat alat pelembab atau membuatnya sulit dibersihkan. Minyak tunggal dan minyak kombinasi berikut cocok untuk proses difusi.

Minyak Tunggal: Idaho Balsam Fir, Frankincense, Sacred Frankincense, Peppermint, Lemon, Eucalyptus Radiata, Tea Tree (Melaleuca Alternifolia), Lavender, Ylang Ylang, dan banyak lainnya.

Minyak Kombinasi: Purification, Thieves, Raven, Melrose, Joy, RutaVala, The Gift, White Angelica, Sacred Mountain, dan banyak lainnya.

CATATAN: Uji minyak sebelum melakukan difusi dengan alat pelembab atau penguap udara; beberapa jenis minyak dapat merusak bagian alat penguap udara yang terbuat dari plastik.

 

PENGGUNAAN LAIN

Inhalasi Langsung

  • Teteskan 2 tetes atau lebih minyak pada telapak tangan kiri dan gosok searah jarum jam dengan telapak tangan kanan. Tangkupkan kedua tangan menutupi hidung dan tarik napas dalam-dalam. Jangan menyentuh mata!
  • Tambahkan beberapa tetes minyak atsiri pada semangkuk air panas (tidak mendidih). Hirup uap yang muncul dari mangkuk. Untuk menambah intensitas uap minyak yang terhirup, gunakan handuk menutupi kepala dan mangkuk sebelum menghirup uap.
  • Lakukan inhalasi langsung dari botol.

 

Inhalasi Tidak Langsung

(Menggunakan minyak sebagai parfum)

  • Gosokkan 2 tetes atau lebih minyak pada dada, leher, tulang dada sebelah atas, pergelangan tangan, atau di bawah hidung dan telinga, dan nikmati aromanya sepanjang hari.
  • Ada banyak kalung dengan berbagai jenis bandul yang bisa diisi dengan minyak atsiri untuk digunakan sepanjang hari.
  • Percikkan beberapa tetes minyak pada liontin dari tanah liat yang bisa digantungkan di leher atau dijepitkan pada baju untuk memberikan aroma lembut sepanjang hari.

 

Vaginal Retention

Untuk masalah kesehatan sistemik seperti infeksi jamur Candida atau peradangan vagina (vaginitis), vaginal retention adalah salah satu cara terbaik untuk tubuh bisa menyerap minyak.

  • Campurkan 20-30 tetes minyak atsiri dengan 2 sendok makan minyak pelarut.
  • Gunakan campuran ini pada tampon (untuk infeksi internal) atau pembalut (untuk luka eksternal). Gunakan tampon dan biarkan selama 8 jam atau semalaman. Gunakan tampon atau pembalut yang terbuat dari bahan organik.

 

Rectal Retention

Retensi enema adalah cara paling efisien untuk mengantarkan minyak pada saluran kemih dan organ reproduksi. Selalu gunakan jarum suntik yang steril.

  • Campurkan 15-20 tetes minyak atsiri dengan 1 sendok makan minyak pelarut.
  • Masukkan campuran tersebut ke dalam jarum kecil dan suntikkan ke dalam rektum.
  • Biarkan campuran tersebut semalaman (atau lebih lama untuk hasil yang maksimal)
  • Bersihkan dan sterilkan aplikator setiap kali setelah digunakan.